literasi dan numerasi

Memahami Literasi dan Numerasi sebagai Komponen AN Secara Global

Apakah Anda sudah memahami dengan baik istilah literasi dan numerasi dalam AN 2021? Well, Anda semua sudah mengetahui bahwasannya sekarang tidak ada lagi istilah UN. Siswa juga tidak lagi merasakan moment mendebarkan saat menghadapi UN. Kenapa? Ini bukan berarti siswa bebas sekolah tanpa ujian.

Kenyatanya menteri pendidikan telah membuat kebijakan baru yakni menetapkan AN (Asesmen Nasional) sebagai pengganti UN (Ujian Nasional). Keduanya sama-sama menguji kompetensi namun berbeda teknis penerapannya.

AN merupakan sebuah instrumen yang akan memetakan serta mengevaluasi sistem pendidikan. Namun, pengevaluasian tersebut tidak berhubungan capaian tiap siswa (secara individu) melainkan proses dan hasil secara keseluruhan di suatu lembaga. Dalam AN terdapat 3 instrumen yang meliputi AKM, survei lingkungan belajar, dan juga survei karakter.

Ditjen GTK (Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan) menyatakan bahwa AKM mengandung beberapa komponen, seperti literasi matematika (numerasi) dan literasi membaca. Lalu, apa pengertian dari kedua komponen tersebut?

Mengenal AKM Secara Global

Mengapa harus ada AKM? Adanya AKM ini tentu mempunyai tujuan tertentu, yakni supaya oeserta didik mampu menyerap dan mengolah banyak pengetahuan. Maka, tak hanya siswa yang harus memahami kompetensi ini melainkan juga kepala sekolah, guru, juga orang tua.

AN (Asesmen Nasional) yang berlangsung di tahun 2021 ini tak membutuhkan banyak persiapan tambahan ataupun khusus. Artinya, ujian ini tidak akan menambah beban psikologis peserta yang menjalankannya seperti halnya UN.

Peserta didik tak usah risau dan menyisakan waktu khusus untuk program bimbel. Faktanya, Pers Kemendikbud mengungkapkan bahwa asesmen ini hanyalah sebuah penanda bahwa telah muncul perubahan paradigma dalam mengevaluasi sistem pendidikan. Meski begitu, guru wajib memfasilitasi pembelajaran literasi numerasi.

Mengenal Literasi dan Numerasi

Setelah mengenal AKM, saatnya Anda memahami lebih dalam tentang literasi dan numerasi. Berikut penjelasannya:

1. Literasi

Pengertian dari literasi yakni suatu skill yang berkaitan dengan pemahaman, penggunaan, pengevaluasian, dan juga refleksi terhadap beragam teks untuk meningkatkan kapasitas serta menyelesaikan segala permasalahan. Hal ini harus diterapkan agar bisa berkontribusi di kehidupan secara produktif.

Nadiem yang kerap kali mendapatkan julukan Mas Menteri memaparkan bahwa literasi tak melulu tentang kemampuan membaca. Tapi, literasi juga berhubungan dengan skill analisis dan pemahaman konsep dari suatu bacaan. Tentunya, ini berbeda dengan kompetensi numerasi yang mana berkaitan dengan penggunaaan dan analisis angka.

2. Numerasi

Seperti yang disinggung sedikit sebelumnya, numerasi adalah skill berpikir dalam penggunaan fakta, prosedur, konsep, serta alat matematika. Kemampuan tersebut akan berguna penyelesaian masalah keseharian dalam beragam konteks. Konteks tersebut tentunya harus relevan terhadap tiap individu.

Well, Kemendikbud dalam lamannya, Gerakan Literasi Nasional, menyatakan bahwa literasi numerasi yaitu kecekapan serta pengetahuan dalam:

  • Penggunaan beragam simbol dan angka yang berhubungan dengan ilmu MTK dasar untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari secara praktis.
  • Analisis berbagai informasi yang muncul dalam bentuk yang beraneka ragam seperti tabel, grafik, bahan, dan lainnya).
  • Interpretasi hasil dari proses analisa informasi tersebut sehingga muncul prediksi dan suatu keputusan tertentu.

Intinya, kemampuan numerasi yakni keterampilan dalam berhitung dan pengaplikasian konsep bilangan dalam aktivitas sehari-hari. Contohnya pekerja harian di rumah, masyarakat, ataupun kantor.

Numerasi juga suatu keterampilan untuk menginterpretasikan atau menerjemahkan informasi yang berbentuk kuantitatif di sekitar lingkungan. Ya, kehidupan sekarang menuntut banyak hal, salah satunya yakni penerapan ilmu numerasi, tepatnya MTK dasar secara praktis dan efektif.

Jadi, adanya AKM beserta komponennya, literasi dan numerasi tidak menambah beban namun semua siswa, guru, dan orang tua tetap harus mempelajari serta menerapkannya. Kompetensi ini akan membantu tiap individu untuk siap menghadapi segala tantangan sesungguhnya. Ini karena kompetensi abad 21 ini hendak memperdalam pemikiran serta pemahaman siswa dalam mengolah dan menerapkan informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *